Aku akan menuliskan pengalamanku dalam mencari gedung untuk lokasi pernikahanku yang dilaksanakan bulan Mei 2015. Aku dan misua (waktu itu masih calon misua) mulai dari setelah lebaran Idul Fitri tahun 2014 jadi rajin memasuki gedung satu dan yang lainnya untuk mencari gedung manakah yang cocok untuk kita (baik dari budget, lokasi, dan parkiran yang harus luas). Kami sepakat untuk memakai gedung yang terjangkau lokasinya dalam arti harus mudah dicari, dekat penginapan (karena keluarga calon misuaku dari luar jabodetabek) dan plusnya harus dekat dari rumah si CPW.. Kami memutuskan untuk mencari lokasi gedung yang berada di sekitar bekasi dan jakarta timur...
Tadinya aku mengincar gedung graha lukisan di TMII, tapi terpaksa harus dicoret dari daftar list incaran karena menurut ortu ku, lokasinya jauh. Calon misua akhirnya memilih gedung BKOW Jakarta Timur, tetapi pada saat kita survei kesana untuk lihat2 gedung dan bertanya2 (tentunya tentang harga sewa, fasilitas, dan available tanggal) ternyata di tanggal yang keluarga kami sepakati sudah ada 2 capeng yang booking untuk acara siang dan malam alias full book.. akhirnya coret lagi dari list.. Kami berdua tetap gigih mencari, dan akhirnya pilihan jatuh ke wilayah bekasi (wilayahnya CPW).. Yang pertama jadi list kami adalah aula masjid Al-Azhar.. Kebetulan mamaku ada acara kondangan disana jadi beliau sekalian review.. tapiiii eng ing eng.. Saat pulang kondangan itu mama ku langsung bilang "jangan disana deh dek.. cari venue yang lebih luas biar tamu2 kita ga desak2an". ok i see...
Aku dan calon misua segera lihat list lagi dan yang kita tuju adalah Islamic Centre Bekasi. Saat kita kesana bertanya2 sama pengurusnya. Ternyata ada 3 aula yang bisa dipakai disana. pertama Aula KH. Noer Ali (kapasitas 800-1000 orang), Aula atas (kapasitas kurang dari 800 orang), dan Aula Muzdalifah (kapasitas 800-1000 orang dan terletak agak di belakang). Kami berdua tidak langsung memutuskan memakai aula yang mana, tapi kami lihat2 dulu masing2 aula. Akhirnya kami sepakat untuk menggunakan Aula Muzdalifah (belakang) walaupun sebelumnya aku dan calon misua cekcok dulu karena calonku maunya di aula KH. Noer Ali. Pertimbanganku saat itu adalah, walaupun kapasitasnya sama tapi aku melihat aula yang aku pilih ini terlihat lebih luas. Akhirnya kami booking di tanggal yang kami mau dan masih available. DP pun kami bayarkan seminggu kemudian.
Masalah venue my wedding sudah beres.. dan kami bisa bernafas lega dulu.. eiittsss beluuumm... masih banyak yang harus kami urus dari mulai urusan KUA, catering, dekor, salon, undangan, souvenir, penginapan untuk keluarga camer, dll belum diurusin juga..
Baiklah to be continue aja yah soalnya bumil ini udah gatel pengen jalan2...
No comments:
Post a Comment