Hai hai... I'm come back again... (ngaco bahasa inggris gue)...
Setelah vakum berminggu2 n kepending nulis ulasan rangkaian persiapan weddingku, akhirnya hari ini mood itu muncul kembali... Kali ini aku mau nulis ulasan mengenai souvenir wedding aku.. Because cami ngasih kebebasan aku untuk milih2 souvenir wedding kami, jadilah aku pusing 7 keliling (lebay mode on).. Kenapa pusing? Coz banyak yang aku pengen untuk jadi souvenir aku.. Mulai dari gelas2 atau piring2 lucu sampai ke souvenir photobooth..
Aku dan cami mulai mencari souvenir sampai keluar masuk toko souvenir. Dimulai dari toko Alfiandra (nama toko souvenir) di daerah Jatinegara, tepatnya di perumahan belakang LP Cipinang, Jakarta Timur.. Sempat nyasar karena kita sama2 ga tau lokasi tepatnya.. sampai kita berdua muter perumahan itu 2X ditambah kejebak hujan deras (untung ga pake banjir waktu itu).. Oke skip! Nah di toko souvenir ini kita nyari2 souvenir yang kira2 terjangkau harganya.. Range harga souvenir kita patokin maksimal 7000/pcs. Pertimbangan kita berdua dalam mencari souvenir adalah harus yang bermanfaat bagi tamu2 undangan kita nantinya.. Pengalamanku pernah beberapa kali dapet souvenir kawinan orang lain yang ga bermanfaat banget (kan sayang uangnya donk).
Disana aku lihat2 gelas dan cangkir ukuran sedang yang bentuknya lucu, kipas tangan, dll. Tapiiii coz waktu itu rame banget pengunjung akhirnya tiap kali aku n cami manggil mbak2 n mas2 penjaga toko disana eh malah dicuekin.. Asli dicuekin! Kesel banget donk.. Masa kita calon pembeli malah dicuekin sih.. *ga mau duit mungkin*.. So, akhirnya kita milih keluar toko dengan aku yang masih ngedumel gara2 dicuekin...
Toko berikutnya di pasar Jatinegara.. Disini kita lebih pusing lagi coz toko souvenir disini banyak banget dan harganya pun bersaing. Tapi penjaga toko disini ramah2 dan kita harus pinter2 nego harga.. Dari sekian banyak souvenir, aku belum nentuin pilihan coz mama ku maunya kipas tangan yang dari kain, aku maunya gelas2an ukuran sedang yang lucu, n cami sih netral apa aja yang penting ada manfaatnya.. Karena faktor kegalauan itulah akhirnya souvenir pun belum juga kebeli.. Tapii kita beli kotak untuk serah2an 2 set (1 set isi 4 kotak dari yang paling besar sampe yang paling kecil).
Beberapa hari kemudian, aku dapet kabar dari mama klo sahabat2nya mama (aku manggilnya gengnya mama) mau ikutan partisipasi dengan memberikan souvenir untuk acaraku tapi surprise souvenirnya.. Alhamdulillah rezeki calon pengantin, berkurang budget souvenir.. hehehe.. Kurang lebih 2 bulan baru deh souvenir tersebut sampe ke rumahku, n aku surprise banget coz souvenir untuk acaraku bentuknya lucu.. Bunga mawar warna warni.. Aku pikir handuk atau aromatherapy yang dibentuk bunga, tapi ternyata tas lipat yang klo dilipat berbentuk bunga mawar.. Love it.. Aku langsung misahin 3 untuk aku pakai sendiri.. hihihi calon pengantin ogah rugi.. Tadaaaa ini dia souvenir acara wedding aku :
Jumlah souvenir yang dibuat adalah 400 pcs.. Tapi aku tetap menyediakan souvenir tambahan sebanyak 150 pcs.. Lagi2 aku balik ke pasar Jatinegara.. Hmm tadinya mau gelas2an untuk tambahannya tapi coz souvenir utamanya berupa tas kain, jadilah aku beli souvenir tambahannya harus yang berbahan kain juga.. Akhirnya aku putuskan untuk tambahan souvenir aku pilih tempat tissue dari kain satin dengan tambahan corak batik..
Sunday, October 25, 2015
Thursday, October 8, 2015
[Iseng] Partisipasi BPD Bank Bengkulu Rekrutmen 2015 Part III
Hari pengumuman yang ditunggu2 pun tiba. Seperti biasa suamiku yang melihat pengumuman tersebut dan betapa senangnya dia begitu melihat nama istrinya tertera di antara peserta yang lolos dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya yaitu Tes Kesehatan. Disana tertulis untuk puasa dari jam 20.00 malam sebelumnya dan harus berhenti minum obat atau multivitamin apapun 4-24 jam sebelum pengambilan darah. Aku pun cuti minum vitaminnya si kecil (osfit DHA) dulu pas tanggal 21 September 2015 untuk persiapan tes kesehatan keesokan harinya. Namun berhubung bumil ga bisa nahan lapar, akhirnya aku tetap makan nasi padang sampai jam 21.00 malam sebelumnya. Padahal tes kesehat tersebut mulai jam 7 pagi dan diwajibkan puasa 12 jam hanya boleh minum air putih saja. Tapi yasudah apa boleh buat demi si kecil kesayanagn. Berikut ulasan Tes Kesehatnnya :
4. Tes Kesehatan
Tahapan tes ini diadakan pada tanggal 22 September 2015 di RSUD M. Yunus Bengkulu jam 7 pagi. Aku diantar suamiku ke RS tersebut dan dia langsung berangkat kerja. Aku bingung karena aku pikir aku kepagian tapi ternyata sudah ada beberapa orang yang datang. Mungkin 20an orang. Aku segera mendaftar ke pihak ppm (kebetulan pihak ppm datang waktu itu) dan aku mengumpulkan fotocopy KTP ke pihak RS bagian medical Check Up. Karena antreannya crowded dan saling desak2an ingin duluan di tensi, akhirnya aku duduk2 saja di ruang tunggu MCU. Ga lama ada yang manggil aku dan ternyata dia adalah mba Wienda. Alhamdulillah akhirnya ketemu lagi teman seperjuanganku sama2 bumil. Dari kelompok 8 yang lolos LGD ada aku, Wienda, Yesi, dan Wisnu. Ga lama kita ketemu mba2 sesama peserta namnya Yusma. Jadilah kita ngobrol sebelum akhirnya kami ditempatkan di sebuah ruangan besar dan dibagi menjadi 4 kelompok. Tentu saja aku masuk ke dalam kelompok 4 yang kurang lebih per kelompok terdiri dari 16 orang. Ternyata Wisnu lebih memilih tidak datang MCU. Aku dapat kabar dari Yusma yang ternyata temannya juga. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 tapi kelompok MCU aku yaitu kelompok 4 belum dipanggil untuk tensi dan EKG. sampai tiba jam 9 pagi barulah kelompokku di EKG dan tensi. Prosedurnya adalah seharusnya tensi dulu baru EKG, faktanya terbalik. Aku, Wienda, dan Yesi ddisuruh EKG dulu setelah itu ambil darah pertama setelah puasa dan tes urine. Setelah ambil darah pertama di lengan kiri dan tes urine, selanjutnya aku baru tensi. Tensiku saat itu 120/80 cenderung normal.
Selesai tensi kami diarahkan untuk makan terlebih dahulu di ruangan besar tadi. Setelah makan kamipun melanjutkan MCU lain yg terdiri dari tes di poli THT, Poli Mata, dan setelah selesai tes itu semua kami diarahkan kembali ke ruangan MCU tempat tensi, disana kami mengikuti tes pemeriksaan fisik oleh dokter umum. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah kami memiliki varises atau tidak, riwayat kesehatan dan pembacaan hasil EKG. Seselesainya tes pemeriksaan fisik, kami diarahkan ke Poli Gigi dan Poli Kebidanan (untuk peserta yang sudah menikah dan hamil karena tidak dianjurkan untuk Rontgen). Eh eh di poli kebidanan aku ketemu dokter kandungan yang menangani aku lho.. hehehe.. Setelah dari poli kebidanan aku kembali ke ruang MCU disana sudah ada mba Wienda dan Yusma serta Yesi yang sedang menunggui mba Wienda untuk pemeriksaan fisik. Setelah mba Wienda selesai, kami lanjut untuk ambil darah kedua yaitu 2 jam setelah makan. Bermacam2 ekspresi yang aku lihat pada peserta lain saat ambil darah. Ada yang nangis, ada yang narik tangannya terus. Tes ambil darah kedua ini dilakukan pada lengan kananku. Setelah selesai semua rangkaian tes Kesehatan, kami pun diarahkan kembali ke ruangan besar tadi untuk menunggu dibagikan kartu peserta RS. Dan boleh pulang. Aku, Wienda, Yesi, dan Yusma saling bertukar pin bbm dan nomor telp. Hasil pengumuman tes tersebut akan diumumkan pada tanggal 5 Oktober 2015. Total wajtu yang diperlukan untuk tes Kesehatan adalah kurang lebih 5 jam karena pesertanya banyak dan kami pun harus rela naik turun tangga RS. Asli pulang tes kesehatan malamnya kakiku sakit luar biasa. Karena selama hamil ini jarang banget naik turun tangga apalagi tangganya tinggi banget. Oh ya salah satu peserta yang bernama Yuska sempat bertemu aku beberapa hari kemudian saat Sholat Idul Adha di Masjid Raya Bengkulu. Dia bersama ibunya dan aku bersama ibu mertuaku.
Tiba-tiba tanggal 2 Oktober 2015, mba Wienda bbm aku mengabari bahwa pengumuman sudah keluar. Aku langsung buka website ppm dan Alhamdulillah namaku, Wienda, Yesi, dan Yusma tertera di antara peserta yang lolos. Tapi yang aneh adalah tahapan selanjutnya bukan Wawancara User tetapi Verifikasi Dokumen Asli Lanjutan dimana dokumen yang harus dibawa adalah Ijazah dan Transkrip asli serta copyanny, SKCK asli, KTP asli, dan KK asli. Say What?? KK Asli? KK asli yang ada namaku sedang dipecah di bekasi alias lagi dipake untuk bikin surat pindahku karena aku harus bikin KK baru bersama suamiku. Akhirnya aku bikin surat keterangan bermaterai deh. Pada saat tau aku lolos lagi, suami dan keluarga suami senang dan heboh bgt bahkan aku juga bingung klo temannya suamiku pun tau aku lolos lagi. Hari dimana Verifikasi Dokumen Asli Lanjutan pun tiba.. Berikut ulasannya...
5. Verifikasi Dokumen Asli Lanjutan
Tahapan ini berlangsung pada hari senin, 5 Oktober 2015 di Mess Bank Bengkulu yang letaknya tepat di belakang benteng Marlborough. Aku kebagian shift jam 12.30. Aku sudah was-was menunggu suamiku pulang dari kantor. Karena aku benar-benar ga tau jalan lho. Sehari sebelumnya aku panik karena celana hitamku sudah ga ada yang muat. Akhirnya suamiku bela-belain keluar masuk toko untuk membelikan aku celana hitam dan tentu aja celana hamil yang terlihat seperti celana kerja. Di hari Verifikasi Dokumen Lanjutan ini aku lagi2 memakai kemeja putih milik suamiku yang tentu saja sudah ga muat di aku karena si kecil yang makin tumbuh sehat. Sesampainya di Mess Bank Bengkulu, aku segera melihat pengumuman dan namaku ada di urutan 138, nama terakhir di lembar pertama dari 2 lembar kertas peserta yang kebagian di shift itu. Aku segera duduk di bangku bawah tenda tempat peserta menunggu dan aku pun bertemu dengan Yesi, Wienda, Yusma, dan Yuska. Dari posisi kami ngobrol santai sampai kami semua gemas karena koq sampai jam 13.30 peserta jam 12.30 belum dipanggil kedalam. Ternyata didalam amsih ada verifikasi dokumen untuk peserta shift jam 10.00.
Ga lama saat waktu menunjukkan pukul 14.00, barulah peserta shift (seharusnya) jam 12.30 dipanggil satu per satu. Dan setelah namaku dipanggil, tak ada nama lain yang dipanggil lagi. Padahal setau aku peserta setalh aku adalah mba Wienda dan Yesi (139, 140). Ternyata yang dipanggil berdasarkan kertas per lembar. Kami diarahkan ke ruangan besar didalam mess tersebut dan dokumen kami dikumpulkan serta tanda tangan pertama. Aku pikir cuma Verifikasi Dokumen Asli Saja, tetapi diselingi dengan wawancara (sepertinya HRD) dari pihak Bank Bengkulu. Yang mewawancara ada 2 orang. Masing2 pewawancara mewawancarai 1 orang peserta secara bergantian. Setiap peserta diwawancara kurang dari 5 menit.
Karena namaku ada di paling terakhir jadilah aku dipanggil terakhir dan diwawancarai oleh seorang ibu (pihak bank bengkulu) yang aku liat dari wajahnya agak jutek tapi baik. Aku pikir wawancara mengenai bank bengkulu tapi ternyata mengenai latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja saja. Saat aku ditanya sudah menikah? aku jawab sudah. Sudah punya anak atau sedang hamil? Aku bilang sedang hamil jalan 5 bulan. Dan si ibu tersebut agak kaget sepertinya. Ga lama wawancara ku selesai dan saat aku kembali ke meja ku ternyata sudah banyak peserta dari shift jam 12.30 lembar kertas kedua yang masuk. Aku segera mengambil dokumen ku yang dikembalikan dan tanda tangan kedua. Pengumumannya katanya seminggu kemudian. Lagi2 suamiku bertanya kira2 lolos ga? aku bilang ga tau coz ibu yang wawancarain aku kaget begitu tau aku udah menikah dan lagi hamil malah.
3 hari kemudian tepatnya tanggal 8 Oktober 2015 malam sekitar jam 22.00, mba Wienda bbm aku mengabari klo pengumuman sudah keluar dan dia sangat kecewa karena dinyatakan tidak lolos. Saat aku lihat pengumuman ternyata aku juga dinyatakan tidak lolos. Kami bahkan sempat mengira2 kegagalan ini mungkin karena lagi hamil.. Hmm belum rezeki kita aja.. Karena nama2 peserta yang lolos semuanya tercantum di website aku jadi tau bahwa dari 221 orang yang ikut Verifikasi Dokumen Asli Lanjutan yang lolos adalah 194 orang. Artinya 27 orang dinyatakan gagal seleksi. Padahal selangkah lagi menuju karyawan bank bengkulu lho. Kenapa aku bilang begitu? Karena tahap selanjutnya adalah Proses Registrasi. Yang artinya mungkin (mungkin lho) tahapan Verifikasi Dokumen Asli Lanjutan dan wawancara pihak banknya yang tak sampai 5 menit kemarin adalah tes terakhir. Aku, Wienda, dan Yesi dinyatakan gagal. Tetapi aku mau mengucapkan Selamat dan sukses untuk teman baruku Yusma dan Yuska karena berhasil lolos sampai akhir. Setidaknya diantara sekian teman baruku ada yang lolos rekrutmen ini.. hihihi
Pengalaman dan pelajaran berharga yang dapat diambil adalah.. Rezeki tidak hanya terpaku dari 1 tempat saja. Dimana apabila rezeki tertutup di satu jalan, pintu rezeki dari jalan lain akan terbuka. Aamiin..
Btw, Maafkan aku yaa suamiku, orang tuaku, mertua, serta semua pihak yang sudah mendukung aku dari tingkat galau maksimal sampai akhirnya on fire (iyaa galau karena awalnya cuma iseng agar adik2ku ikut apply) sudah membuat kalian kecewa dari kegagalan yang sudah aku prediksi sejak awal.. i'm so sorry.. Eeehh bahasanya udah seperti peserta kontes menyanyi atau memasak di TV yang tereliminasi.. Hihihi.. Yang penting aku, kamu, kalian, mereka tau apa sih penyebab kegagalannya (tanya kenapa?). But i'm happy karena semuanya sudah selesai n aku bisa kembali fokus untuk urusan yang lain...
Ini cerita sebelumnya :
1. http://wiediliciousstory.blogspot.co.id/2015/10/iseng-partisipasi-bpd-bank-bengkulu.html
2. http://wiediliciousstory.blogspot.co.id/2015/10/iseng-partisipasi-bpd-bank-bengkulu_8.html
Ini ceritaku dalam mencari pekerjaan di kota yang asing untukku... Mana Ceritamu???
See U on Next Story....
4. Tes Kesehatan
Tahapan tes ini diadakan pada tanggal 22 September 2015 di RSUD M. Yunus Bengkulu jam 7 pagi. Aku diantar suamiku ke RS tersebut dan dia langsung berangkat kerja. Aku bingung karena aku pikir aku kepagian tapi ternyata sudah ada beberapa orang yang datang. Mungkin 20an orang. Aku segera mendaftar ke pihak ppm (kebetulan pihak ppm datang waktu itu) dan aku mengumpulkan fotocopy KTP ke pihak RS bagian medical Check Up. Karena antreannya crowded dan saling desak2an ingin duluan di tensi, akhirnya aku duduk2 saja di ruang tunggu MCU. Ga lama ada yang manggil aku dan ternyata dia adalah mba Wienda. Alhamdulillah akhirnya ketemu lagi teman seperjuanganku sama2 bumil. Dari kelompok 8 yang lolos LGD ada aku, Wienda, Yesi, dan Wisnu. Ga lama kita ketemu mba2 sesama peserta namnya Yusma. Jadilah kita ngobrol sebelum akhirnya kami ditempatkan di sebuah ruangan besar dan dibagi menjadi 4 kelompok. Tentu saja aku masuk ke dalam kelompok 4 yang kurang lebih per kelompok terdiri dari 16 orang. Ternyata Wisnu lebih memilih tidak datang MCU. Aku dapat kabar dari Yusma yang ternyata temannya juga. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 tapi kelompok MCU aku yaitu kelompok 4 belum dipanggil untuk tensi dan EKG. sampai tiba jam 9 pagi barulah kelompokku di EKG dan tensi. Prosedurnya adalah seharusnya tensi dulu baru EKG, faktanya terbalik. Aku, Wienda, dan Yesi ddisuruh EKG dulu setelah itu ambil darah pertama setelah puasa dan tes urine. Setelah ambil darah pertama di lengan kiri dan tes urine, selanjutnya aku baru tensi. Tensiku saat itu 120/80 cenderung normal.
Selesai tensi kami diarahkan untuk makan terlebih dahulu di ruangan besar tadi. Setelah makan kamipun melanjutkan MCU lain yg terdiri dari tes di poli THT, Poli Mata, dan setelah selesai tes itu semua kami diarahkan kembali ke ruangan MCU tempat tensi, disana kami mengikuti tes pemeriksaan fisik oleh dokter umum. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah kami memiliki varises atau tidak, riwayat kesehatan dan pembacaan hasil EKG. Seselesainya tes pemeriksaan fisik, kami diarahkan ke Poli Gigi dan Poli Kebidanan (untuk peserta yang sudah menikah dan hamil karena tidak dianjurkan untuk Rontgen). Eh eh di poli kebidanan aku ketemu dokter kandungan yang menangani aku lho.. hehehe.. Setelah dari poli kebidanan aku kembali ke ruang MCU disana sudah ada mba Wienda dan Yusma serta Yesi yang sedang menunggui mba Wienda untuk pemeriksaan fisik. Setelah mba Wienda selesai, kami lanjut untuk ambil darah kedua yaitu 2 jam setelah makan. Bermacam2 ekspresi yang aku lihat pada peserta lain saat ambil darah. Ada yang nangis, ada yang narik tangannya terus. Tes ambil darah kedua ini dilakukan pada lengan kananku. Setelah selesai semua rangkaian tes Kesehatan, kami pun diarahkan kembali ke ruangan besar tadi untuk menunggu dibagikan kartu peserta RS. Dan boleh pulang. Aku, Wienda, Yesi, dan Yusma saling bertukar pin bbm dan nomor telp. Hasil pengumuman tes tersebut akan diumumkan pada tanggal 5 Oktober 2015. Total wajtu yang diperlukan untuk tes Kesehatan adalah kurang lebih 5 jam karena pesertanya banyak dan kami pun harus rela naik turun tangga RS. Asli pulang tes kesehatan malamnya kakiku sakit luar biasa. Karena selama hamil ini jarang banget naik turun tangga apalagi tangganya tinggi banget. Oh ya salah satu peserta yang bernama Yuska sempat bertemu aku beberapa hari kemudian saat Sholat Idul Adha di Masjid Raya Bengkulu. Dia bersama ibunya dan aku bersama ibu mertuaku.
Tiba-tiba tanggal 2 Oktober 2015, mba Wienda bbm aku mengabari bahwa pengumuman sudah keluar. Aku langsung buka website ppm dan Alhamdulillah namaku, Wienda, Yesi, dan Yusma tertera di antara peserta yang lolos. Tapi yang aneh adalah tahapan selanjutnya bukan Wawancara User tetapi Verifikasi Dokumen Asli Lanjutan dimana dokumen yang harus dibawa adalah Ijazah dan Transkrip asli serta copyanny, SKCK asli, KTP asli, dan KK asli. Say What?? KK Asli? KK asli yang ada namaku sedang dipecah di bekasi alias lagi dipake untuk bikin surat pindahku karena aku harus bikin KK baru bersama suamiku. Akhirnya aku bikin surat keterangan bermaterai deh. Pada saat tau aku lolos lagi, suami dan keluarga suami senang dan heboh bgt bahkan aku juga bingung klo temannya suamiku pun tau aku lolos lagi. Hari dimana Verifikasi Dokumen Asli Lanjutan pun tiba.. Berikut ulasannya...
5. Verifikasi Dokumen Asli Lanjutan
Tahapan ini berlangsung pada hari senin, 5 Oktober 2015 di Mess Bank Bengkulu yang letaknya tepat di belakang benteng Marlborough. Aku kebagian shift jam 12.30. Aku sudah was-was menunggu suamiku pulang dari kantor. Karena aku benar-benar ga tau jalan lho. Sehari sebelumnya aku panik karena celana hitamku sudah ga ada yang muat. Akhirnya suamiku bela-belain keluar masuk toko untuk membelikan aku celana hitam dan tentu aja celana hamil yang terlihat seperti celana kerja. Di hari Verifikasi Dokumen Lanjutan ini aku lagi2 memakai kemeja putih milik suamiku yang tentu saja sudah ga muat di aku karena si kecil yang makin tumbuh sehat. Sesampainya di Mess Bank Bengkulu, aku segera melihat pengumuman dan namaku ada di urutan 138, nama terakhir di lembar pertama dari 2 lembar kertas peserta yang kebagian di shift itu. Aku segera duduk di bangku bawah tenda tempat peserta menunggu dan aku pun bertemu dengan Yesi, Wienda, Yusma, dan Yuska. Dari posisi kami ngobrol santai sampai kami semua gemas karena koq sampai jam 13.30 peserta jam 12.30 belum dipanggil kedalam. Ternyata didalam amsih ada verifikasi dokumen untuk peserta shift jam 10.00.
Ga lama saat waktu menunjukkan pukul 14.00, barulah peserta shift (seharusnya) jam 12.30 dipanggil satu per satu. Dan setelah namaku dipanggil, tak ada nama lain yang dipanggil lagi. Padahal setau aku peserta setalh aku adalah mba Wienda dan Yesi (139, 140). Ternyata yang dipanggil berdasarkan kertas per lembar. Kami diarahkan ke ruangan besar didalam mess tersebut dan dokumen kami dikumpulkan serta tanda tangan pertama. Aku pikir cuma Verifikasi Dokumen Asli Saja, tetapi diselingi dengan wawancara (sepertinya HRD) dari pihak Bank Bengkulu. Yang mewawancara ada 2 orang. Masing2 pewawancara mewawancarai 1 orang peserta secara bergantian. Setiap peserta diwawancara kurang dari 5 menit.
Karena namaku ada di paling terakhir jadilah aku dipanggil terakhir dan diwawancarai oleh seorang ibu (pihak bank bengkulu) yang aku liat dari wajahnya agak jutek tapi baik. Aku pikir wawancara mengenai bank bengkulu tapi ternyata mengenai latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja saja. Saat aku ditanya sudah menikah? aku jawab sudah. Sudah punya anak atau sedang hamil? Aku bilang sedang hamil jalan 5 bulan. Dan si ibu tersebut agak kaget sepertinya. Ga lama wawancara ku selesai dan saat aku kembali ke meja ku ternyata sudah banyak peserta dari shift jam 12.30 lembar kertas kedua yang masuk. Aku segera mengambil dokumen ku yang dikembalikan dan tanda tangan kedua. Pengumumannya katanya seminggu kemudian. Lagi2 suamiku bertanya kira2 lolos ga? aku bilang ga tau coz ibu yang wawancarain aku kaget begitu tau aku udah menikah dan lagi hamil malah.
3 hari kemudian tepatnya tanggal 8 Oktober 2015 malam sekitar jam 22.00, mba Wienda bbm aku mengabari klo pengumuman sudah keluar dan dia sangat kecewa karena dinyatakan tidak lolos. Saat aku lihat pengumuman ternyata aku juga dinyatakan tidak lolos. Kami bahkan sempat mengira2 kegagalan ini mungkin karena lagi hamil.. Hmm belum rezeki kita aja.. Karena nama2 peserta yang lolos semuanya tercantum di website aku jadi tau bahwa dari 221 orang yang ikut Verifikasi Dokumen Asli Lanjutan yang lolos adalah 194 orang. Artinya 27 orang dinyatakan gagal seleksi. Padahal selangkah lagi menuju karyawan bank bengkulu lho. Kenapa aku bilang begitu? Karena tahap selanjutnya adalah Proses Registrasi. Yang artinya mungkin (mungkin lho) tahapan Verifikasi Dokumen Asli Lanjutan dan wawancara pihak banknya yang tak sampai 5 menit kemarin adalah tes terakhir. Aku, Wienda, dan Yesi dinyatakan gagal. Tetapi aku mau mengucapkan Selamat dan sukses untuk teman baruku Yusma dan Yuska karena berhasil lolos sampai akhir. Setidaknya diantara sekian teman baruku ada yang lolos rekrutmen ini.. hihihi
Pengalaman dan pelajaran berharga yang dapat diambil adalah.. Rezeki tidak hanya terpaku dari 1 tempat saja. Dimana apabila rezeki tertutup di satu jalan, pintu rezeki dari jalan lain akan terbuka. Aamiin..
Btw, Maafkan aku yaa suamiku, orang tuaku, mertua, serta semua pihak yang sudah mendukung aku dari tingkat galau maksimal sampai akhirnya on fire (iyaa galau karena awalnya cuma iseng agar adik2ku ikut apply) sudah membuat kalian kecewa dari kegagalan yang sudah aku prediksi sejak awal.. i'm so sorry.. Eeehh bahasanya udah seperti peserta kontes menyanyi atau memasak di TV yang tereliminasi.. Hihihi.. Yang penting aku, kamu, kalian, mereka tau apa sih penyebab kegagalannya (tanya kenapa?). But i'm happy karena semuanya sudah selesai n aku bisa kembali fokus untuk urusan yang lain...
Ini cerita sebelumnya :
1. http://wiediliciousstory.blogspot.co.id/2015/10/iseng-partisipasi-bpd-bank-bengkulu.html
2. http://wiediliciousstory.blogspot.co.id/2015/10/iseng-partisipasi-bpd-bank-bengkulu_8.html
Ini ceritaku dalam mencari pekerjaan di kota yang asing untukku... Mana Ceritamu???
See U on Next Story....
[Iseng] Partisipasi BPD Bank Bengkulu Rekrutmen 2015 Part II
Before on Wiedilicious's Story :
http://wiediliciousstory.blogspot.co.id/2015/10/iseng-partisipasi-bpd-bank-bengkulu.html
Setelah di tulisanku yang sebelumnya.. Di artikel ini aku akan menceritakan proses tahapan rekrutmen BPD setelah aku dinyatakan lolos seleksi administrasi. Aku galau waktu itu antara mau ngelanjutin atau enggak. Coz dari awal aku udah bilang ke keluarga suamiku klo aku ga mungkinlah bisa lolos apalagi statusku sudah menikah dan bahkan lagi hamil malah. Tapi mereka semua support aku bahkan sampe adek2nya yang repot minjemin sepatu hitam dan kemeja putih. Aku memang ga bawa kemeja putih ku dari Bekasi jadinya minjem deh. Klo untuk sepatu hitam, aku sih ada tapi tinggi heelsnya mencapai 7cm sampe2 si adek ipar bungsu teriak ga ngebolehin aku pake sepatu high heels, jadilah dia minjemin sepatu wedgesnya yang ga tinggi2 amat. Dengan modal baju putih dan sepatu pinjaman itulah aku ikutan tahapan test selanjutnya. Tahapan selanjutnya antara lain :
1. Tes Potensi (Khusus yang memilih sebagai Staff)
Aku lupa tes ini diadainnya kapan karena ini sudah 2 bulan yang lalu. Aku kebagian ikut tes ini jam 13.30 siang di pusat pelatihan apa yaa namanya aku lupa.. Memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. Tesnya bermacam-macam.. Seperti hitungan cepat, logika, pengetahuan umum, dll. Soal-soalnya banyak lho. Pada saat tes ini berlangsung, aku sempat panik pas mendekati akhir tes coz si my baby unyu tiba2 nyundul dari dalem perut.. Rasanya dahsyat bgt lho pemirsah.. hihihi.. Pada test ini suamiku dengan sabar nungguin aku lho di luar ruangan.. Takut istrinya mewek klo ditinggal.. (lebay mode on). Begitu waktu tes selesai, kami pun diberitahu kapan pengumumannya dan of course lewat websitenya ppm. Suami nanya kira-kira lolos ga? Aku bilang aja ga tau, mana yang terbaik aja yang penting udah usaha.
Ga lama setelah tes itu ada pengumumannya klo ga salah seminggu setelahnya.. Dan lagi-lagi suamiku yang liat perngumumannya dan ternyata aku lolos. Aku dengan polosnya bilang "lolos lagi?". Antara kaget, galau, campur aduk. kenapa kaget? oz kondisi aku yang lagi hamil gini kudu ikut tes ini itu yang berlapis2. Klo aku liat dari kartu pesertanya itu tahapan tesnya ada 6. Tes berikutnya adalah tes psikologis tertulis. Berikut ulasannya :
2. Tes Psikologis Tertulis
Lagi-lagi aku kebagian jadwal siang jam 12.30. Tes ini diadakan di hotel Nala Sea Side. Kebetulan jarak rumah ke hotel ini cuma 10 menit saja jadi ga perlu terburu2. Aku sudah memperkirakan nih klo tes ini butuh waktu kurang lebih 3-4 jam lamanya. Makanya aku makan dulu deh.. Sesampainya disana dan masuk ke dalam ruangan, eng ing eng, aku kebingungan nyari tempat duduk dengan nomor urut aku. coz hari itu banyak banget yang tes. 1 meja klo ga salah 3 orang. Akhirnya aku nunggu sampai peserta lain duduk dan sisanya pasti tempat dudukku. Dan ternyata benar. Aku kebagian di meja paling depan, di depan pengawas dari pihak ppm tentunya. Sebelum mulai tes aku cuma berharap bisa ngelewatin tes ini lancar n si kecil di dalem perut akur sama aku. Dan Alhamdulillah si kecil kalem aja n aku bisa mengikuti tes ini sampai selesai. Pengumumannya klo ga salah seminggu setelah tes hari ini.
Tiap selesai tes, pasti suamiku nanya kira2 lolos ga? aku cuma bilang ga tau yang penting udah usaha. Sesuai jadwal, dan seperti biasanya suamiku yang liatin pengumumannya. Dan aku dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahapan berikutnya.. yaitu wawancara psikologis dan LGD. Berikut ulasannya :
3. Wawancara Psikologis dan LGD
Tes ini diadakan tanggal 6 September 2015 di hotel Nala SeaSide (lagi). Tadinya aku malas banget ikutan coz berdasarkan pengalamanku ikut LGD, FGD dan sejenisnya di bank BUMN di Jakarta untuk ODP, biasanya aku gagal di tahap ini. Tapi the show is must go on. Aku ga boleh kecewain suamiku yang udah pontang panting terus2an support aku (bahkan sampe dia izin pulang cepat dari kantornya untuk antar aku) dan keluarganya suami n saudaranya yang lain seperti menaruh harapan besar agar aku bisa lolos rekrutmen ini. Jadilah aku dan si kecil maju terus.
Jadi ceritanya sesampainya aku di hotel tersebut, aku langsung lihat pengumuman dan aku masuk di kelompok 8. Dan aku satu2nya peserta dikelompok itu yang ambil posisi Tenaga IT. Aku langsung ke meja pendaftaran, tanda tangan dan ngumpulin beberapa dokumen seperti ijazah dan transkrip asli, SKCK dan surat pernyataan dari Bank Bengkulu. Ada cerita tersendiri soal ijazah dan transkrip asliku. Ternyata sejak aku pindah ke bengkulu ini, aku ga bawa ijazah n transkrip asliku. Akhirnya aku minta kirimin dokumenku itu lewat adeikku di bekasi. Alhamdulillah dalam 2 hari sampai juga dengan selamat dengan perasaan H2C coz dokumen penting yang dikirim.
Lanjut ke cerita tesnya. Sambil nunggu peserta lain datang, aku menunggu di lobby yang sudah disediakan pihak penyelenggara yaitu ppm. Aku duduk manis di bangku ketiga dari belakang. Ga lama ada yang duduk di sebelahku. Biasalah aku paling ga suka diem aja, aku ajak ngobrol lah dan nanya dia kelompok berapa. Dan ternyata dia juga kelompok 8. Nama mbak ini Yesi. dan saat aku bilang aku juga kelompok 8, tiba-tiba mas-mas yang duduk di depanku menoleh ke belakang bilang klo dia juga kelompok 8, namanya Wisnu. Ga lama pihak ppm pun mengumumkan prosedur tesnya dan masing-masing kelompok dipanggil. Saat kelompokku masuk ke dalam ruanagn dan tentu saja ke arah meja kelompok 8. Di meja tersebut sudah ada 3 orang yang duduk disana. Sebelum tahapan LGD dimulai, bapak psikolog dari ppm memberi arahan lagi dan kami melakukan perkenalan terlebih dahulu. Dari mulai Wisnu (karena dia cowok satu2nya di kelompok 8), Yesi, Yesica, Aku, Wienda, dan Wulan. Kemudian sang psikolog juga memberitahu namanya.
Singkat cerita kami diberi wacana berupa 2 permasalahan. Boleh milih 1 saja untuk dibahas. Waktu diberikan 10 menit untuk mempelajari wacana tersebut dan tuliskan poin-poin yang akan diungkapkan. Kemudian 20 menit untuk berdiskusi dengan kelompok. Kami pun sepakat untuk memilih wacana nomor 1. Setelah mempelajari wacana tersebut dan masing-masing menuliskan poin yang akan dibahas, barulah kami mulai berdiskusi sampai mendapatkan kesimpulan dari diskusi tersebut. Kebetulan kelompok kami kompak dan satu pemikiran. Diskusi juga berjalan dengan santai bahkan sempat diwarnai dengan candaan2 dari kami para peserta dan psikolog tersebut. Setelah LGD selesai, kami diminta untuk menunggu di lobby ruang tunggu tadi. Kami duduk ber kelompok. Aku yang melihat Wienda sepertinya langsung dapet feeling, aku menyapa dia dan menanyakan "lagi hamil ya mba wienda?" dia jawab "iya" sambil tersenyum. Aku nanya lagi "Berapa bulan?", dan dia menjawab " 8 bulan". Waah melihat bumil ini aku jadi tambah semangat coz dia aja yang lagi hamil 8 bulan semangat dan antusias banget ikut proses rekrutmen ini. Masa aku yang notabene baru 4 bulan udah galau. Ternyata di kelompok aku, yang masih single 3 orang, 1 oang baru melahirkan 1 bulan lalu yaitu mba Wulan, dan 2 bumil, yaitu mba Wienda yang lagi hamil 8 bulan dan aku yang lagi hamil 4 bulan. Dan plusnya kami semua seumuran kelahiran tahun 1989. Hanya 1 orang saja yang kelahiran 1991 yaitu Yesi.
Sambil menunggu dipanggil untuk wawancara psikologis, kita ngobrol2 ringan aja. Tiba saatnya waktu wawancara. Aku dipanggil pertama coz namaku tertera paling atas dikelompok 8. Sempat ga pede tapi aku bersikap tenang aja. Wawancara berjalan lancar dan si bapak psikolog menjelaskan kalau untuk posisi staff boleh kalau sudah menikah. yang ga boleh itu Teller. Banyak pertanyaan yang beliau tanyakan seputar diri, keluarga, pendidikan, dll/ Kurang lebih waktu wawancaraku setengah jam lamanya. Menurut teman-teman baruku paling lama diantara peserta lain. Bagi peserta yang sudah menyelesaikan LGD dan wawancara psikologis boleh pulang. Aku pamit kepada teman2 seperjuangan di kelompokku karena aku pun sudah dijemput suamiku tercinta. Dan lagi2 dia menanyakan kira2 lolos ga? Dan lagi2 juga aku jawab ga tau, aku cuma berusaha dan Allah yang menentukan mana yang terbaik untuk aku. Pengumuman untuk tahapan tes ini kurang lebih 2 minggu setelahnya yaitu tanggal 19 September 2015. Dalam hati Good Luck ya teman2 kelompok 8..
Next on Wiedilicious's Story...
http://wiediliciousstory.blogspot.co.id/2015/10/iseng-partisipasi-bpd-bank-bengkulu_93.html
http://wiediliciousstory.blogspot.co.id/2015/10/iseng-partisipasi-bpd-bank-bengkulu.html
Setelah di tulisanku yang sebelumnya.. Di artikel ini aku akan menceritakan proses tahapan rekrutmen BPD setelah aku dinyatakan lolos seleksi administrasi. Aku galau waktu itu antara mau ngelanjutin atau enggak. Coz dari awal aku udah bilang ke keluarga suamiku klo aku ga mungkinlah bisa lolos apalagi statusku sudah menikah dan bahkan lagi hamil malah. Tapi mereka semua support aku bahkan sampe adek2nya yang repot minjemin sepatu hitam dan kemeja putih. Aku memang ga bawa kemeja putih ku dari Bekasi jadinya minjem deh. Klo untuk sepatu hitam, aku sih ada tapi tinggi heelsnya mencapai 7cm sampe2 si adek ipar bungsu teriak ga ngebolehin aku pake sepatu high heels, jadilah dia minjemin sepatu wedgesnya yang ga tinggi2 amat. Dengan modal baju putih dan sepatu pinjaman itulah aku ikutan tahapan test selanjutnya. Tahapan selanjutnya antara lain :
1. Tes Potensi (Khusus yang memilih sebagai Staff)
Aku lupa tes ini diadainnya kapan karena ini sudah 2 bulan yang lalu. Aku kebagian ikut tes ini jam 13.30 siang di pusat pelatihan apa yaa namanya aku lupa.. Memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. Tesnya bermacam-macam.. Seperti hitungan cepat, logika, pengetahuan umum, dll. Soal-soalnya banyak lho. Pada saat tes ini berlangsung, aku sempat panik pas mendekati akhir tes coz si my baby unyu tiba2 nyundul dari dalem perut.. Rasanya dahsyat bgt lho pemirsah.. hihihi.. Pada test ini suamiku dengan sabar nungguin aku lho di luar ruangan.. Takut istrinya mewek klo ditinggal.. (lebay mode on). Begitu waktu tes selesai, kami pun diberitahu kapan pengumumannya dan of course lewat websitenya ppm. Suami nanya kira-kira lolos ga? Aku bilang aja ga tau, mana yang terbaik aja yang penting udah usaha.
Ga lama setelah tes itu ada pengumumannya klo ga salah seminggu setelahnya.. Dan lagi-lagi suamiku yang liat perngumumannya dan ternyata aku lolos. Aku dengan polosnya bilang "lolos lagi?". Antara kaget, galau, campur aduk. kenapa kaget? oz kondisi aku yang lagi hamil gini kudu ikut tes ini itu yang berlapis2. Klo aku liat dari kartu pesertanya itu tahapan tesnya ada 6. Tes berikutnya adalah tes psikologis tertulis. Berikut ulasannya :
2. Tes Psikologis Tertulis
Lagi-lagi aku kebagian jadwal siang jam 12.30. Tes ini diadakan di hotel Nala Sea Side. Kebetulan jarak rumah ke hotel ini cuma 10 menit saja jadi ga perlu terburu2. Aku sudah memperkirakan nih klo tes ini butuh waktu kurang lebih 3-4 jam lamanya. Makanya aku makan dulu deh.. Sesampainya disana dan masuk ke dalam ruangan, eng ing eng, aku kebingungan nyari tempat duduk dengan nomor urut aku. coz hari itu banyak banget yang tes. 1 meja klo ga salah 3 orang. Akhirnya aku nunggu sampai peserta lain duduk dan sisanya pasti tempat dudukku. Dan ternyata benar. Aku kebagian di meja paling depan, di depan pengawas dari pihak ppm tentunya. Sebelum mulai tes aku cuma berharap bisa ngelewatin tes ini lancar n si kecil di dalem perut akur sama aku. Dan Alhamdulillah si kecil kalem aja n aku bisa mengikuti tes ini sampai selesai. Pengumumannya klo ga salah seminggu setelah tes hari ini.
Tiap selesai tes, pasti suamiku nanya kira2 lolos ga? aku cuma bilang ga tau yang penting udah usaha. Sesuai jadwal, dan seperti biasanya suamiku yang liatin pengumumannya. Dan aku dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahapan berikutnya.. yaitu wawancara psikologis dan LGD. Berikut ulasannya :
3. Wawancara Psikologis dan LGD
Tes ini diadakan tanggal 6 September 2015 di hotel Nala SeaSide (lagi). Tadinya aku malas banget ikutan coz berdasarkan pengalamanku ikut LGD, FGD dan sejenisnya di bank BUMN di Jakarta untuk ODP, biasanya aku gagal di tahap ini. Tapi the show is must go on. Aku ga boleh kecewain suamiku yang udah pontang panting terus2an support aku (bahkan sampe dia izin pulang cepat dari kantornya untuk antar aku) dan keluarganya suami n saudaranya yang lain seperti menaruh harapan besar agar aku bisa lolos rekrutmen ini. Jadilah aku dan si kecil maju terus.
Jadi ceritanya sesampainya aku di hotel tersebut, aku langsung lihat pengumuman dan aku masuk di kelompok 8. Dan aku satu2nya peserta dikelompok itu yang ambil posisi Tenaga IT. Aku langsung ke meja pendaftaran, tanda tangan dan ngumpulin beberapa dokumen seperti ijazah dan transkrip asli, SKCK dan surat pernyataan dari Bank Bengkulu. Ada cerita tersendiri soal ijazah dan transkrip asliku. Ternyata sejak aku pindah ke bengkulu ini, aku ga bawa ijazah n transkrip asliku. Akhirnya aku minta kirimin dokumenku itu lewat adeikku di bekasi. Alhamdulillah dalam 2 hari sampai juga dengan selamat dengan perasaan H2C coz dokumen penting yang dikirim.
Lanjut ke cerita tesnya. Sambil nunggu peserta lain datang, aku menunggu di lobby yang sudah disediakan pihak penyelenggara yaitu ppm. Aku duduk manis di bangku ketiga dari belakang. Ga lama ada yang duduk di sebelahku. Biasalah aku paling ga suka diem aja, aku ajak ngobrol lah dan nanya dia kelompok berapa. Dan ternyata dia juga kelompok 8. Nama mbak ini Yesi. dan saat aku bilang aku juga kelompok 8, tiba-tiba mas-mas yang duduk di depanku menoleh ke belakang bilang klo dia juga kelompok 8, namanya Wisnu. Ga lama pihak ppm pun mengumumkan prosedur tesnya dan masing-masing kelompok dipanggil. Saat kelompokku masuk ke dalam ruanagn dan tentu saja ke arah meja kelompok 8. Di meja tersebut sudah ada 3 orang yang duduk disana. Sebelum tahapan LGD dimulai, bapak psikolog dari ppm memberi arahan lagi dan kami melakukan perkenalan terlebih dahulu. Dari mulai Wisnu (karena dia cowok satu2nya di kelompok 8), Yesi, Yesica, Aku, Wienda, dan Wulan. Kemudian sang psikolog juga memberitahu namanya.
Singkat cerita kami diberi wacana berupa 2 permasalahan. Boleh milih 1 saja untuk dibahas. Waktu diberikan 10 menit untuk mempelajari wacana tersebut dan tuliskan poin-poin yang akan diungkapkan. Kemudian 20 menit untuk berdiskusi dengan kelompok. Kami pun sepakat untuk memilih wacana nomor 1. Setelah mempelajari wacana tersebut dan masing-masing menuliskan poin yang akan dibahas, barulah kami mulai berdiskusi sampai mendapatkan kesimpulan dari diskusi tersebut. Kebetulan kelompok kami kompak dan satu pemikiran. Diskusi juga berjalan dengan santai bahkan sempat diwarnai dengan candaan2 dari kami para peserta dan psikolog tersebut. Setelah LGD selesai, kami diminta untuk menunggu di lobby ruang tunggu tadi. Kami duduk ber kelompok. Aku yang melihat Wienda sepertinya langsung dapet feeling, aku menyapa dia dan menanyakan "lagi hamil ya mba wienda?" dia jawab "iya" sambil tersenyum. Aku nanya lagi "Berapa bulan?", dan dia menjawab " 8 bulan". Waah melihat bumil ini aku jadi tambah semangat coz dia aja yang lagi hamil 8 bulan semangat dan antusias banget ikut proses rekrutmen ini. Masa aku yang notabene baru 4 bulan udah galau. Ternyata di kelompok aku, yang masih single 3 orang, 1 oang baru melahirkan 1 bulan lalu yaitu mba Wulan, dan 2 bumil, yaitu mba Wienda yang lagi hamil 8 bulan dan aku yang lagi hamil 4 bulan. Dan plusnya kami semua seumuran kelahiran tahun 1989. Hanya 1 orang saja yang kelahiran 1991 yaitu Yesi.
Sambil menunggu dipanggil untuk wawancara psikologis, kita ngobrol2 ringan aja. Tiba saatnya waktu wawancara. Aku dipanggil pertama coz namaku tertera paling atas dikelompok 8. Sempat ga pede tapi aku bersikap tenang aja. Wawancara berjalan lancar dan si bapak psikolog menjelaskan kalau untuk posisi staff boleh kalau sudah menikah. yang ga boleh itu Teller. Banyak pertanyaan yang beliau tanyakan seputar diri, keluarga, pendidikan, dll/ Kurang lebih waktu wawancaraku setengah jam lamanya. Menurut teman-teman baruku paling lama diantara peserta lain. Bagi peserta yang sudah menyelesaikan LGD dan wawancara psikologis boleh pulang. Aku pamit kepada teman2 seperjuangan di kelompokku karena aku pun sudah dijemput suamiku tercinta. Dan lagi2 dia menanyakan kira2 lolos ga? Dan lagi2 juga aku jawab ga tau, aku cuma berusaha dan Allah yang menentukan mana yang terbaik untuk aku. Pengumuman untuk tahapan tes ini kurang lebih 2 minggu setelahnya yaitu tanggal 19 September 2015. Dalam hati Good Luck ya teman2 kelompok 8..
Next on Wiedilicious's Story...
http://wiediliciousstory.blogspot.co.id/2015/10/iseng-partisipasi-bpd-bank-bengkulu_93.html
[Iseng] Partisipasi BPD Bank Bengkulu Rekrutmen 2015 Part I
Setelah berbulan-bulan aku tinggal di kota suamiku ini, akhirnya suami mendorong aku untuk coba apply ke BPD yang kebetulan bulan Agustus 2015 lagi open rekrutmen melalui vendor PP* jakarta untuk banyak kuota.. Katanya sih ya 200an.. Aku sih sebenarnya malas untuk cari-cari pekerjaan baru (setelah resign dari kantor lamaku di Jakarta setelah bekerja bertahun2 disana) apalagi dengan kondisi aku yang Alhamdulillah sudah langsung diberi kepercayaan untuk jadi seorang mama setelah married. Sempat ogah-ogahan gitu saat mau apply.. Tapi tiba-tiba datanglah saudara2 suamiku n 2 adik iparku. Tadinya aku cuma mau mensupport 2 adik iparku (yang masih belum bekerja) untuk apply tetapi mereka berdua malah ga mau apply klo aku sebagai kakak iparnya ga ikutan apply.. Hadeuh riweh deh.. Galau.. Tapi yasudah demi kebaikan bersama n demi jadi kakak yg baik akhirnya aku ikutan apply juga.
Dari awal apply sudah muncul masalah coz syarat yang diminta adalah "diutamakan belum menikah" ditambah harus melampirkan dokumen SKCK. Aseli aku ga pernah bikin yang namanya SKCK. Akhirnya melanglang buanalah aku di dunia maya nyari tau cara bikin SKCK yg ternyata kudu di alamat sesuai KTP.. yess berarti harus bikin di bekasi n ga mungkin juga pulang.. Akhirnya aku dengan berbagai alasan bilang ke suami kalau aku ga usah ikutan coz ga ada SKCK.. Pernyataanku kena bantah keras dari suami n mertua (2-2nya). Mereka yang terjun langsung nyari tau cara bikin SKCK klo ga sesuai alamat KTP. Akhirnya dapatlah informasi boleh pake surat keterangan domisili dari RT RW n kelurahan setempat. Yang ngurus surat domisili aku adalah ayah n ibu mertua yang rela bolak-balik RT RW n kelurahan. Mana pas surat domisilinya jadi eh usiaku yang tertera di surat itu malah jadi 20 tahun lebih tua.. Oh No! Aku ini masih 26 masa jadi 46 sih.. dudududu.. Akhirnya ayah mertua balik lagi ke kelurahan ralat data.. Setelah jadi surat keterangan domisilinya, aku n suami akhirnya ngurus bikin SKCK yang Alhamdulillah bisa. Setelah antre panjang n lama.. Secara bumil ga kuat lama2 berdiri apalagi masih TM1 waktu itu. Dan ga langsung jadi lho.. Baru bisa diambil keesokan harinya coz banyak banget yang lagi bikin SKCK untuk keperluan persyaratan rekrutmen BPD. Termasuk adek2 ipar yang juga ikutan antre untuk perpanjang (secara mereka udah punya SKCK masing2).
Setelah registrasi di hari Senin alias hari pertama pembukaan rekrutmen tersebut, baru aku upload dokumennya 5 hari setelahnya, sabtu 15 Agustus 2015. Sekalian aku upload-in dokumennya adek2 ke nomor register masing2. Oh ya kebetulan ortu aku lagi berkunjung kesini dari bekasi selama 3 hari.. Minggu berikutnya pengumuman lolos atau tidaknya. Waktu itu kondisinya suami lagi dinas ke Palembang saat pengumuman. Kata suamiku aku lolos seleksi awal. Tapi 2 adek iparku n sepupu suamiku ga ada yang lolos. Hadeuh tambah serba salah aja aku. Aku yang sekedar iseng malah lolos. Padahal status aku adalah sudah menikah lho. Dan aku berhak untuk ikut tahapan selanjutnya..
Next on Wiedilicious Story...
1. http://wiediliciousstory.blogspot.co.id/2015/10/iseng-partisipasi-bpd-bank-bengkulu_8.html
2. http://wiediliciousstory.blogspot.co.id/2015/10/iseng-partisipasi-bpd-bank-bengkulu_93.html
Dari awal apply sudah muncul masalah coz syarat yang diminta adalah "diutamakan belum menikah" ditambah harus melampirkan dokumen SKCK. Aseli aku ga pernah bikin yang namanya SKCK. Akhirnya melanglang buanalah aku di dunia maya nyari tau cara bikin SKCK yg ternyata kudu di alamat sesuai KTP.. yess berarti harus bikin di bekasi n ga mungkin juga pulang.. Akhirnya aku dengan berbagai alasan bilang ke suami kalau aku ga usah ikutan coz ga ada SKCK.. Pernyataanku kena bantah keras dari suami n mertua (2-2nya). Mereka yang terjun langsung nyari tau cara bikin SKCK klo ga sesuai alamat KTP. Akhirnya dapatlah informasi boleh pake surat keterangan domisili dari RT RW n kelurahan setempat. Yang ngurus surat domisili aku adalah ayah n ibu mertua yang rela bolak-balik RT RW n kelurahan. Mana pas surat domisilinya jadi eh usiaku yang tertera di surat itu malah jadi 20 tahun lebih tua.. Oh No! Aku ini masih 26 masa jadi 46 sih.. dudududu.. Akhirnya ayah mertua balik lagi ke kelurahan ralat data.. Setelah jadi surat keterangan domisilinya, aku n suami akhirnya ngurus bikin SKCK yang Alhamdulillah bisa. Setelah antre panjang n lama.. Secara bumil ga kuat lama2 berdiri apalagi masih TM1 waktu itu. Dan ga langsung jadi lho.. Baru bisa diambil keesokan harinya coz banyak banget yang lagi bikin SKCK untuk keperluan persyaratan rekrutmen BPD. Termasuk adek2 ipar yang juga ikutan antre untuk perpanjang (secara mereka udah punya SKCK masing2).
Setelah registrasi di hari Senin alias hari pertama pembukaan rekrutmen tersebut, baru aku upload dokumennya 5 hari setelahnya, sabtu 15 Agustus 2015. Sekalian aku upload-in dokumennya adek2 ke nomor register masing2. Oh ya kebetulan ortu aku lagi berkunjung kesini dari bekasi selama 3 hari.. Minggu berikutnya pengumuman lolos atau tidaknya. Waktu itu kondisinya suami lagi dinas ke Palembang saat pengumuman. Kata suamiku aku lolos seleksi awal. Tapi 2 adek iparku n sepupu suamiku ga ada yang lolos. Hadeuh tambah serba salah aja aku. Aku yang sekedar iseng malah lolos. Padahal status aku adalah sudah menikah lho. Dan aku berhak untuk ikut tahapan selanjutnya..
Next on Wiedilicious Story...
1. http://wiediliciousstory.blogspot.co.id/2015/10/iseng-partisipasi-bpd-bank-bengkulu_8.html
2. http://wiediliciousstory.blogspot.co.id/2015/10/iseng-partisipasi-bpd-bank-bengkulu_93.html
Wednesday, July 29, 2015
Wedding Invitation
Review undangan wedding aku dulu yaa.. Awalnya aku bingung mau bikin undangan dimana. Secara aku dan cami akan ngadain acara wedding kami di 2 kota. Di kota ku untuk acara akad nikah dan resepsi, kemudian di kota tempat tinggal ortu cami ku untuk acara resepsi kedua alias ngunduh mantu. Otomatis kita berdua harus menyiapkan 2 jenis undangan donk. Untuk acara wedding kami di kota ku kami sepakat untuk membuat undangan sebanyak 400 pcs (tadinya) tapi ternyata yang dibuat adalah 500 pcs. Sedangkan untuk acara ngunduh mantu undangan yang harus dipesan berjumlah 1500 - 2000 pcs undangan. Jadilah kami pertimbangkan lagi ke budget kami berdua agar tidak jebol donk.. Masa iya budget untuk undangan, kami harus mengeluarkan paling banyak sih.
Akhirnya kami hunting sana sini googling sana sini cari2 info.. Akhirnya pertama kali yang kami lakukan adalah kami ke senen. Kebetulan ada kenalannya cami ku yang punya percetakan. Setelah kami tanya2, untuk budget sih lumayan untuk softcover tapi untuk hardcover over budget menurutku. Akhirnya aku dan cami sepakat menggunakan jasa kenalannya untuk urusan undangan ngunduh mantu kami di kota kelahiran cami ku. Pertimbanganku kenapa ga mau pake jasa kenalannya untuk membuat undangan kami untuk acara di kota ku adalah, selain agak over budget, lokasi percetakan yang jauh, dan si cami akan kembali ke kota kelahirannya di sumatera dalam sebulan karena dia sudah diterima bekerja disana dan resign dari kantornya di jakarta. Daripada aku nya riweh bolak balik ke senen yang notabene jauh banget dari tempat tinggalku, akhirnya aku putuskan untuk urusan undangan kami disini aku menggunakan jasa percetakan lain.
Balik lagi deh aku googling cari2 info, dan mayoritas capeng pengguna internet di jakarta dan sekitarnya cetak undangan di tebet (pasar tebet barat). Jadilah minggu berikutnya kami berdua meluncur ke Pasar Tebet Barat (dekat kantor lamaku) di basement floor ternyata hampir semua toko disana adalah percetakan undangan, dll. Otomatis dengan begitu budget pun bersaing. Tinggal aku dan cami harus pintar2 cari yang harganya paling sesuai budget. Karena kami berdua sepakat untuk membuat undangan kami (untuk acara di kotaku) dengan deskripsi :
1. Hardcover
2. Ukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil
3. Warna sesuai warna dekorasi acaraku, yaitu hijau botol/hijau lumut dan gold
4. Model 2 pintu (Aku bingung deskripsiinnya.. hihihi) dengan amplop setengah dan ada tempelan timbul di antara 2 pintunya..
5. Budget maks 5000/pcs
Kami masuki satu per satu toko yang ada disana, dan mayoritas pasang harga 7000 untuk 300pcs dan 6000 untuk 500 pcs. Kami sempat tidak sengaja bertemu teman kantornya cami yang akan nikah tahun ini jg di salah satu toko di pasar tebet tersebut. Mereka juga lagi sibuk tawar menawar undangan. Aku dan cami pun tak mau kalah ikutan bertanya2 harga per pcs undangn yang kami inginkan dan lagi2 sama seperti toko yang lain, harga 6000/pcs. Ok black list.
Kami pun tak patah semangat untuk tetap mencari toko yang bisa ngasih harga maksimal 5000 untuk desain yang kami mau. Hingga kami sampai di salah satu sudut lantai basement pasar tebet barat (letaknya memang agak ke dalam), yaitu Batang Printing. Kebetulan yang jaga adalah seorang ibu (sabar, ramah dan murah senyum menurutku). Kami bertanya2 disana mengenai harga per pcs untuk 500 undangan dari desain yang kami mau. Dan so amazing banget kalau si ibu tersebut buka harga 5000/pcs. Pergelutan tawar menawar pun terjadi. Sampai akhirnya kami sepakat di harga 4600/pcs. Deal, aku dan cami pun bayar DP. Kebetulan cara pembayaran saat itu adalah dicicil 3 kali. DP atau pembayaran pertama sebagai tanda jadi, pembayaran kedua dibayarkan setelah proses revisi undangan sampai pada titik OK, pembayaran terakhir pada saat undangan selesai cetak. Selebihnya aku dan cami berkomunikasi via email dengan pihak percetakan untuk proses revisi desain, isi, dsb. Sempat revisi berkali2. seingatku sampai dengan semua ok ga ada yang direvisi lagi dibutuhkan waktu seminggu. Seminggu kemudian kami pun melakukan pembayaran kedua via transfer. Oiya tidak ada acara cetak dummy undangan. Aku dan cami hanya mempercayakan undangan kami kepada pihak percetakan (kebetulan aku ga suka ribet orangnya), dan aku yakin undangan kami pasti bagus hasilnya.
Dibutuhkan waktu kurang lebih sebulan untuk cetak undangan ini. Sebulan kemudian tepatnya akhir maret 2015, undangan kami sudah jadi dan kami pun ambil ke percetakannya sekalian pelunasan. Dan aku benar2 puas dengan hasilnya. Walaupun hanya dilebihkan 1 pcs saja tapi feeling aku jumlah undangan ini sudah lebih dari cukup. Sampai dirumah aku, cami, dan mama pun mulai sibuk check satu per satu undangannya, dan dari 501 pcs, yang aku bilang kurang sempurna cuma 1 aja karena cetakan tulisan pada amplop terlalu kebawah (tak apa anggaplah 1 pcs yang dilebihkan itu sebagai penggantinya).
Akhirnya kami hunting sana sini googling sana sini cari2 info.. Akhirnya pertama kali yang kami lakukan adalah kami ke senen. Kebetulan ada kenalannya cami ku yang punya percetakan. Setelah kami tanya2, untuk budget sih lumayan untuk softcover tapi untuk hardcover over budget menurutku. Akhirnya aku dan cami sepakat menggunakan jasa kenalannya untuk urusan undangan ngunduh mantu kami di kota kelahiran cami ku. Pertimbanganku kenapa ga mau pake jasa kenalannya untuk membuat undangan kami untuk acara di kota ku adalah, selain agak over budget, lokasi percetakan yang jauh, dan si cami akan kembali ke kota kelahirannya di sumatera dalam sebulan karena dia sudah diterima bekerja disana dan resign dari kantornya di jakarta. Daripada aku nya riweh bolak balik ke senen yang notabene jauh banget dari tempat tinggalku, akhirnya aku putuskan untuk urusan undangan kami disini aku menggunakan jasa percetakan lain.
Balik lagi deh aku googling cari2 info, dan mayoritas capeng pengguna internet di jakarta dan sekitarnya cetak undangan di tebet (pasar tebet barat). Jadilah minggu berikutnya kami berdua meluncur ke Pasar Tebet Barat (dekat kantor lamaku) di basement floor ternyata hampir semua toko disana adalah percetakan undangan, dll. Otomatis dengan begitu budget pun bersaing. Tinggal aku dan cami harus pintar2 cari yang harganya paling sesuai budget. Karena kami berdua sepakat untuk membuat undangan kami (untuk acara di kotaku) dengan deskripsi :
1. Hardcover
2. Ukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil
3. Warna sesuai warna dekorasi acaraku, yaitu hijau botol/hijau lumut dan gold
4. Model 2 pintu (Aku bingung deskripsiinnya.. hihihi) dengan amplop setengah dan ada tempelan timbul di antara 2 pintunya..
5. Budget maks 5000/pcs
Kami masuki satu per satu toko yang ada disana, dan mayoritas pasang harga 7000 untuk 300pcs dan 6000 untuk 500 pcs. Kami sempat tidak sengaja bertemu teman kantornya cami yang akan nikah tahun ini jg di salah satu toko di pasar tebet tersebut. Mereka juga lagi sibuk tawar menawar undangan. Aku dan cami pun tak mau kalah ikutan bertanya2 harga per pcs undangn yang kami inginkan dan lagi2 sama seperti toko yang lain, harga 6000/pcs. Ok black list.
Kami pun tak patah semangat untuk tetap mencari toko yang bisa ngasih harga maksimal 5000 untuk desain yang kami mau. Hingga kami sampai di salah satu sudut lantai basement pasar tebet barat (letaknya memang agak ke dalam), yaitu Batang Printing. Kebetulan yang jaga adalah seorang ibu (sabar, ramah dan murah senyum menurutku). Kami bertanya2 disana mengenai harga per pcs untuk 500 undangan dari desain yang kami mau. Dan so amazing banget kalau si ibu tersebut buka harga 5000/pcs. Pergelutan tawar menawar pun terjadi. Sampai akhirnya kami sepakat di harga 4600/pcs. Deal, aku dan cami pun bayar DP. Kebetulan cara pembayaran saat itu adalah dicicil 3 kali. DP atau pembayaran pertama sebagai tanda jadi, pembayaran kedua dibayarkan setelah proses revisi undangan sampai pada titik OK, pembayaran terakhir pada saat undangan selesai cetak. Selebihnya aku dan cami berkomunikasi via email dengan pihak percetakan untuk proses revisi desain, isi, dsb. Sempat revisi berkali2. seingatku sampai dengan semua ok ga ada yang direvisi lagi dibutuhkan waktu seminggu. Seminggu kemudian kami pun melakukan pembayaran kedua via transfer. Oiya tidak ada acara cetak dummy undangan. Aku dan cami hanya mempercayakan undangan kami kepada pihak percetakan (kebetulan aku ga suka ribet orangnya), dan aku yakin undangan kami pasti bagus hasilnya.
Dibutuhkan waktu kurang lebih sebulan untuk cetak undangan ini. Sebulan kemudian tepatnya akhir maret 2015, undangan kami sudah jadi dan kami pun ambil ke percetakannya sekalian pelunasan. Dan aku benar2 puas dengan hasilnya. Walaupun hanya dilebihkan 1 pcs saja tapi feeling aku jumlah undangan ini sudah lebih dari cukup. Sampai dirumah aku, cami, dan mama pun mulai sibuk check satu per satu undangannya, dan dari 501 pcs, yang aku bilang kurang sempurna cuma 1 aja karena cetakan tulisan pada amplop terlalu kebawah (tak apa anggaplah 1 pcs yang dilebihkan itu sebagai penggantinya).
Tuesday, July 28, 2015
Looking for Catering Package
Hai all.. Bumil kembali lagi untuk mereview perjuangan aku n misua dalam mencari catering paketan atau wedding organizer untuk menangani acara kami.
Setelah gedung sudah kami dapatkan seperti yang diceritakan disini sekarang waktunya aku n cami mulai riweh cari catering paketan atau wedding organizer yang menangani keseluruhan. Kami lebih memilih catering paketan alasannya simpel, karena kami berdua hampir tak punya waktu senggang, ortu kami berdua pun tinggal di kota yang berbeda, bahkan aku dan cami pun berbeda kota tempat tinggal. Tadinya mama ku lebih menginginkan antara catering, dekor, MUA, dll dicustom saja. Tapi ternyata ribet kata mama. Akhirnya aku dan cami menghabiskan weekend kami untuk urusan cari2 info WO atau catering paketan. Ngumpulin brosur WO yang bisa kami dapatkan (sebenarnya kami ambil dari sekretariat gedung kami brosurnya),Telp WO sana sini, testfood, tanya2 harga, dll. WO atau catering paketan tersebut antara lain : Cahaya catering, Pesona Rumah Pengantin, Permata Catering, dan Nabila Catering (kalau ini mama ku yang testfood di acara wedding anak temennya).
Pertimbangan aku dan cami untuk WO atau catering paketan adalah : makanannya harus enak, MUA dan dekor harus bagus, dan yang paling utama adalah budget harus sesuai kantong.. hihihi.. Reviewnya :
1. Cahaya Catering. Ini adalah WO atau catering paketan yang benar-benar kami ga sengaja ketemunya. Kebetulan pas lagi survei lokasi aula muzdalifah islamic centre (gedung yang akan kami pakai) sedang ada acara wedding orang lain yang menggunakan WO ini. Jadilah aku n cami cari2 tau sama petugas cateringnya n minta ketemu sama marketingnya atau ownernya (kami ga tau.. hihihi). Begitu ketemu, kami tanya2 mengenai paket untuk 400 undangan (800 tamu) yang kami dapatkan apa aja. Disitu dijelaskan sama ibunya. Dan disuruh testfood saat itu, kami berdua testfood jadinya (kebetulan lagi laper juga.. hahaha). Review dari makanan klo menurut cami ku makanannya enak beberapa (dan menurutku juga lumayan walaupun ada makanan tapi kurang menurutku), oiya dekorasinya jg lumayan, tetapi untuk urusan MUA aku ga terlalu memperhatikan si mempelainya jadi ga bisa bilang bagus atau enggak.. Dan dari segi budget, lumayanlah yah masih sesuai budget.
2. Permata Catering. Nah kalau catering ini hasil rekomendasi dari temen kantornya cami yang akan married agustus 2015. kami telp dulu marketingnya, kemudian janjian untuk testfood. Klo ga salah testfood pertama kami dengan pihak permata di gedung Bulog. Saat sampai sana, acara masih belum mulai jadi kami bisa liat2 dekorasinya dulu. Dan aku terpesona bingits. Dekorasinya bagus, sederhana tapi elegan. Setelah liat-liat dekorasinya, kami pun mulai bertanya2 sama mbak2 permata mengenai paket untuk 400 undangan yang didapat apa aja, budgetnya berapa, dll. Dan yang ini sesuai budget. Tiba saatnya kami untuk testfood di ruangan yang terpisah. Banyak banget yang testfood hari itu. Kali ini aku ga banyak komentar soal makanan, kenapa? karena menurut cami ku makanannya enak setelah dia coba. Aku yang ga terlalu percaya pun akhirnya coba testfood juga. Dan benar2 no comment, semua makanan yang aku coba enak2 banget.
3. Pesona Rumah Pengantin. Kalo ini hasil aku melanglang buana di dunia pergooglean. alias cari2 info dari capeng2 lain. Aku buka websitenya dan mulai telp ke WO ini, datang ke officenya. Kami tanya2 biasa mengenai budget untuk 400 undangan, apa aja yang kami dapat dari paketnya, buffet dan gubukan apa aja. Hmm komentarku adalah koq mbak2nya agak kurang gimana gitu pas ngejelasin (bikin kurang sreg jadinya padahal termasuk OK benget lho WO ini klo aku baca review). Kami dijadwalkan testfood di lokasi yang ternyata adalah lokasi gedung yang kami pakai 2 minggu kemudian. Tapi aku ga bisa datang dan cami pun malas klo aku ga ikutan. Jadi maaf ya ga bisa komentar apa2.. hihihi
4. Nabila Catering. Kalau ini mama ku yang testfood sekaligus kondangan di nikahan anak temennya. Menurut si mama sih enak-enak makanannya. Mama ku sempat kirimin foto pengantin dan keluarganya saat di lokasi dan foto tersebut dikirim ke aku. Tapi aku kurang sreg sama makeupnya. Aku sih ga tau yang temennya ambil paketan sama salon atau enggak. Jadinya ga bisa komentar banyak dan reject dari list deh..
Akhirnya dari semua itu aku, cami, dan mama ku memutuskan untuk menggunakan jasa Permata Catering untuk acara wedding aku. Selain mbak2nya ramah, ngejelasinnya bagus, makanannya enak2 banget sampe pengen nambah berkali2 pas testfood (tapi diurungkan coz malu), aku liat make up yang dipakai pengantin waktu aku testfood bagus, dekorasinya bikin terpesona dan yang penting adalah budget ga bikin kantong jebol.. hihihi... 2 minggu setelah kami memutuskan mau pake catering ini, mama ku datang ke office permata nya untuk bayar DP, datang ke salon rekanan permata, yaitu nadine salon untuk milih baju pengantin yang akan aku pakai nanti (mama ku yang milihin dan aku mah nurut aja). DPnya pun mengikat sampai menjelang acara ku..
Sampai sini dulu yaa capeng2 aku ngasih reviewnya.. Bumil ini capek banget padahal baru aja nulis 1 artikel hari ini.. see yaaa...
Setelah gedung sudah kami dapatkan seperti yang diceritakan disini sekarang waktunya aku n cami mulai riweh cari catering paketan atau wedding organizer yang menangani keseluruhan. Kami lebih memilih catering paketan alasannya simpel, karena kami berdua hampir tak punya waktu senggang, ortu kami berdua pun tinggal di kota yang berbeda, bahkan aku dan cami pun berbeda kota tempat tinggal. Tadinya mama ku lebih menginginkan antara catering, dekor, MUA, dll dicustom saja. Tapi ternyata ribet kata mama. Akhirnya aku dan cami menghabiskan weekend kami untuk urusan cari2 info WO atau catering paketan. Ngumpulin brosur WO yang bisa kami dapatkan (sebenarnya kami ambil dari sekretariat gedung kami brosurnya),Telp WO sana sini, testfood, tanya2 harga, dll. WO atau catering paketan tersebut antara lain : Cahaya catering, Pesona Rumah Pengantin, Permata Catering, dan Nabila Catering (kalau ini mama ku yang testfood di acara wedding anak temennya).
Pertimbangan aku dan cami untuk WO atau catering paketan adalah : makanannya harus enak, MUA dan dekor harus bagus, dan yang paling utama adalah budget harus sesuai kantong.. hihihi.. Reviewnya :
1. Cahaya Catering. Ini adalah WO atau catering paketan yang benar-benar kami ga sengaja ketemunya. Kebetulan pas lagi survei lokasi aula muzdalifah islamic centre (gedung yang akan kami pakai) sedang ada acara wedding orang lain yang menggunakan WO ini. Jadilah aku n cami cari2 tau sama petugas cateringnya n minta ketemu sama marketingnya atau ownernya (kami ga tau.. hihihi). Begitu ketemu, kami tanya2 mengenai paket untuk 400 undangan (800 tamu) yang kami dapatkan apa aja. Disitu dijelaskan sama ibunya. Dan disuruh testfood saat itu, kami berdua testfood jadinya (kebetulan lagi laper juga.. hahaha). Review dari makanan klo menurut cami ku makanannya enak beberapa (dan menurutku juga lumayan walaupun ada makanan tapi kurang menurutku), oiya dekorasinya jg lumayan, tetapi untuk urusan MUA aku ga terlalu memperhatikan si mempelainya jadi ga bisa bilang bagus atau enggak.. Dan dari segi budget, lumayanlah yah masih sesuai budget.
2. Permata Catering. Nah kalau catering ini hasil rekomendasi dari temen kantornya cami yang akan married agustus 2015. kami telp dulu marketingnya, kemudian janjian untuk testfood. Klo ga salah testfood pertama kami dengan pihak permata di gedung Bulog. Saat sampai sana, acara masih belum mulai jadi kami bisa liat2 dekorasinya dulu. Dan aku terpesona bingits. Dekorasinya bagus, sederhana tapi elegan. Setelah liat-liat dekorasinya, kami pun mulai bertanya2 sama mbak2 permata mengenai paket untuk 400 undangan yang didapat apa aja, budgetnya berapa, dll. Dan yang ini sesuai budget. Tiba saatnya kami untuk testfood di ruangan yang terpisah. Banyak banget yang testfood hari itu. Kali ini aku ga banyak komentar soal makanan, kenapa? karena menurut cami ku makanannya enak setelah dia coba. Aku yang ga terlalu percaya pun akhirnya coba testfood juga. Dan benar2 no comment, semua makanan yang aku coba enak2 banget.
3. Pesona Rumah Pengantin. Kalo ini hasil aku melanglang buana di dunia pergooglean. alias cari2 info dari capeng2 lain. Aku buka websitenya dan mulai telp ke WO ini, datang ke officenya. Kami tanya2 biasa mengenai budget untuk 400 undangan, apa aja yang kami dapat dari paketnya, buffet dan gubukan apa aja. Hmm komentarku adalah koq mbak2nya agak kurang gimana gitu pas ngejelasin (bikin kurang sreg jadinya padahal termasuk OK benget lho WO ini klo aku baca review). Kami dijadwalkan testfood di lokasi yang ternyata adalah lokasi gedung yang kami pakai 2 minggu kemudian. Tapi aku ga bisa datang dan cami pun malas klo aku ga ikutan. Jadi maaf ya ga bisa komentar apa2.. hihihi
4. Nabila Catering. Kalau ini mama ku yang testfood sekaligus kondangan di nikahan anak temennya. Menurut si mama sih enak-enak makanannya. Mama ku sempat kirimin foto pengantin dan keluarganya saat di lokasi dan foto tersebut dikirim ke aku. Tapi aku kurang sreg sama makeupnya. Aku sih ga tau yang temennya ambil paketan sama salon atau enggak. Jadinya ga bisa komentar banyak dan reject dari list deh..
Akhirnya dari semua itu aku, cami, dan mama ku memutuskan untuk menggunakan jasa Permata Catering untuk acara wedding aku. Selain mbak2nya ramah, ngejelasinnya bagus, makanannya enak2 banget sampe pengen nambah berkali2 pas testfood (tapi diurungkan coz malu), aku liat make up yang dipakai pengantin waktu aku testfood bagus, dekorasinya bikin terpesona dan yang penting adalah budget ga bikin kantong jebol.. hihihi... 2 minggu setelah kami memutuskan mau pake catering ini, mama ku datang ke office permata nya untuk bayar DP, datang ke salon rekanan permata, yaitu nadine salon untuk milih baju pengantin yang akan aku pakai nanti (mama ku yang milihin dan aku mah nurut aja). DPnya pun mengikat sampai menjelang acara ku..
Sampai sini dulu yaa capeng2 aku ngasih reviewnya.. Bumil ini capek banget padahal baru aja nulis 1 artikel hari ini.. see yaaa...
Thursday, July 23, 2015
Looking for wedding venue
Aku akan menuliskan pengalamanku dalam mencari gedung untuk lokasi pernikahanku yang dilaksanakan bulan Mei 2015. Aku dan misua (waktu itu masih calon misua) mulai dari setelah lebaran Idul Fitri tahun 2014 jadi rajin memasuki gedung satu dan yang lainnya untuk mencari gedung manakah yang cocok untuk kita (baik dari budget, lokasi, dan parkiran yang harus luas). Kami sepakat untuk memakai gedung yang terjangkau lokasinya dalam arti harus mudah dicari, dekat penginapan (karena keluarga calon misuaku dari luar jabodetabek) dan plusnya harus dekat dari rumah si CPW.. Kami memutuskan untuk mencari lokasi gedung yang berada di sekitar bekasi dan jakarta timur...
Tadinya aku mengincar gedung graha lukisan di TMII, tapi terpaksa harus dicoret dari daftar list incaran karena menurut ortu ku, lokasinya jauh. Calon misua akhirnya memilih gedung BKOW Jakarta Timur, tetapi pada saat kita survei kesana untuk lihat2 gedung dan bertanya2 (tentunya tentang harga sewa, fasilitas, dan available tanggal) ternyata di tanggal yang keluarga kami sepakati sudah ada 2 capeng yang booking untuk acara siang dan malam alias full book.. akhirnya coret lagi dari list.. Kami berdua tetap gigih mencari, dan akhirnya pilihan jatuh ke wilayah bekasi (wilayahnya CPW).. Yang pertama jadi list kami adalah aula masjid Al-Azhar.. Kebetulan mamaku ada acara kondangan disana jadi beliau sekalian review.. tapiiii eng ing eng.. Saat pulang kondangan itu mama ku langsung bilang "jangan disana deh dek.. cari venue yang lebih luas biar tamu2 kita ga desak2an". ok i see...
Aku dan calon misua segera lihat list lagi dan yang kita tuju adalah Islamic Centre Bekasi. Saat kita kesana bertanya2 sama pengurusnya. Ternyata ada 3 aula yang bisa dipakai disana. pertama Aula KH. Noer Ali (kapasitas 800-1000 orang), Aula atas (kapasitas kurang dari 800 orang), dan Aula Muzdalifah (kapasitas 800-1000 orang dan terletak agak di belakang). Kami berdua tidak langsung memutuskan memakai aula yang mana, tapi kami lihat2 dulu masing2 aula. Akhirnya kami sepakat untuk menggunakan Aula Muzdalifah (belakang) walaupun sebelumnya aku dan calon misua cekcok dulu karena calonku maunya di aula KH. Noer Ali. Pertimbanganku saat itu adalah, walaupun kapasitasnya sama tapi aku melihat aula yang aku pilih ini terlihat lebih luas. Akhirnya kami booking di tanggal yang kami mau dan masih available. DP pun kami bayarkan seminggu kemudian.
Masalah venue my wedding sudah beres.. dan kami bisa bernafas lega dulu.. eiittsss beluuumm... masih banyak yang harus kami urus dari mulai urusan KUA, catering, dekor, salon, undangan, souvenir, penginapan untuk keluarga camer, dll belum diurusin juga..
Baiklah to be continue aja yah soalnya bumil ini udah gatel pengen jalan2...
Tadinya aku mengincar gedung graha lukisan di TMII, tapi terpaksa harus dicoret dari daftar list incaran karena menurut ortu ku, lokasinya jauh. Calon misua akhirnya memilih gedung BKOW Jakarta Timur, tetapi pada saat kita survei kesana untuk lihat2 gedung dan bertanya2 (tentunya tentang harga sewa, fasilitas, dan available tanggal) ternyata di tanggal yang keluarga kami sepakati sudah ada 2 capeng yang booking untuk acara siang dan malam alias full book.. akhirnya coret lagi dari list.. Kami berdua tetap gigih mencari, dan akhirnya pilihan jatuh ke wilayah bekasi (wilayahnya CPW).. Yang pertama jadi list kami adalah aula masjid Al-Azhar.. Kebetulan mamaku ada acara kondangan disana jadi beliau sekalian review.. tapiiii eng ing eng.. Saat pulang kondangan itu mama ku langsung bilang "jangan disana deh dek.. cari venue yang lebih luas biar tamu2 kita ga desak2an". ok i see...
Aku dan calon misua segera lihat list lagi dan yang kita tuju adalah Islamic Centre Bekasi. Saat kita kesana bertanya2 sama pengurusnya. Ternyata ada 3 aula yang bisa dipakai disana. pertama Aula KH. Noer Ali (kapasitas 800-1000 orang), Aula atas (kapasitas kurang dari 800 orang), dan Aula Muzdalifah (kapasitas 800-1000 orang dan terletak agak di belakang). Kami berdua tidak langsung memutuskan memakai aula yang mana, tapi kami lihat2 dulu masing2 aula. Akhirnya kami sepakat untuk menggunakan Aula Muzdalifah (belakang) walaupun sebelumnya aku dan calon misua cekcok dulu karena calonku maunya di aula KH. Noer Ali. Pertimbanganku saat itu adalah, walaupun kapasitasnya sama tapi aku melihat aula yang aku pilih ini terlihat lebih luas. Akhirnya kami booking di tanggal yang kami mau dan masih available. DP pun kami bayarkan seminggu kemudian.
Masalah venue my wedding sudah beres.. dan kami bisa bernafas lega dulu.. eiittsss beluuumm... masih banyak yang harus kami urus dari mulai urusan KUA, catering, dekor, salon, undangan, souvenir, penginapan untuk keluarga camer, dll belum diurusin juga..
Baiklah to be continue aja yah soalnya bumil ini udah gatel pengen jalan2...
Subscribe to:
Comments (Atom)
