Wednesday, July 29, 2015

Wedding Invitation

Review undangan wedding aku dulu yaa.. Awalnya aku bingung mau bikin undangan dimana. Secara aku dan cami akan ngadain acara wedding kami di 2 kota. Di kota ku untuk acara akad nikah dan resepsi, kemudian di kota tempat tinggal ortu cami ku untuk acara resepsi kedua alias ngunduh mantu. Otomatis kita berdua harus menyiapkan 2 jenis undangan donk. Untuk acara wedding kami di kota ku kami sepakat untuk membuat undangan sebanyak 400 pcs (tadinya) tapi ternyata yang dibuat adalah 500 pcs. Sedangkan untuk acara ngunduh mantu undangan yang harus dipesan berjumlah 1500 - 2000 pcs undangan. Jadilah kami pertimbangkan lagi ke budget kami berdua agar tidak jebol donk.. Masa iya budget untuk undangan, kami harus mengeluarkan paling banyak sih.

Akhirnya kami hunting sana sini googling sana sini cari2 info.. Akhirnya pertama kali yang kami lakukan adalah kami ke senen. Kebetulan ada kenalannya cami ku yang punya percetakan. Setelah kami tanya2, untuk budget sih lumayan untuk softcover tapi untuk hardcover over budget menurutku. Akhirnya aku dan cami sepakat menggunakan jasa kenalannya untuk urusan undangan ngunduh mantu kami di kota kelahiran cami ku. Pertimbanganku kenapa ga mau pake jasa kenalannya untuk membuat undangan kami untuk acara di kota ku adalah, selain agak over budget, lokasi percetakan yang jauh, dan si cami akan kembali ke kota kelahirannya di sumatera dalam sebulan karena dia sudah diterima bekerja disana dan resign dari kantornya di jakarta. Daripada aku nya riweh bolak balik ke senen yang notabene jauh banget dari tempat tinggalku, akhirnya aku putuskan untuk urusan undangan kami disini aku menggunakan jasa percetakan lain.

Balik lagi deh aku googling cari2 info, dan mayoritas capeng pengguna internet di jakarta dan sekitarnya cetak undangan di tebet (pasar tebet barat). Jadilah minggu berikutnya kami berdua meluncur ke Pasar Tebet Barat (dekat kantor lamaku) di basement floor ternyata hampir semua toko disana adalah percetakan undangan, dll. Otomatis dengan begitu budget pun bersaing. Tinggal aku dan cami harus pintar2 cari yang harganya paling sesuai budget. Karena kami berdua sepakat untuk membuat undangan kami (untuk acara di kotaku) dengan deskripsi :
1. Hardcover
2. Ukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil
3. Warna sesuai warna dekorasi acaraku, yaitu hijau botol/hijau lumut dan gold
4. Model 2 pintu (Aku bingung deskripsiinnya.. hihihi) dengan amplop setengah dan ada tempelan timbul di antara 2 pintunya..
5. Budget maks 5000/pcs
Kami masuki satu per satu toko yang ada disana, dan mayoritas pasang harga 7000 untuk 300pcs dan 6000 untuk 500 pcs. Kami sempat tidak sengaja bertemu teman kantornya cami yang akan nikah tahun ini jg di salah satu toko di pasar tebet tersebut. Mereka juga lagi sibuk tawar menawar undangan. Aku dan cami pun tak mau kalah ikutan bertanya2 harga per pcs undangn yang kami inginkan dan lagi2 sama seperti toko yang lain, harga 6000/pcs. Ok black list.

Kami pun tak patah semangat untuk tetap mencari toko yang bisa ngasih harga maksimal 5000 untuk desain yang kami mau. Hingga kami sampai di salah satu sudut lantai basement pasar tebet barat (letaknya memang agak ke dalam), yaitu Batang Printing. Kebetulan yang jaga adalah seorang ibu (sabar, ramah dan murah senyum menurutku). Kami bertanya2 disana mengenai harga per pcs untuk 500 undangan dari desain yang kami mau. Dan so amazing banget kalau si ibu tersebut buka harga 5000/pcs. Pergelutan tawar menawar pun terjadi. Sampai akhirnya kami sepakat di harga 4600/pcs. Deal, aku dan cami pun bayar DP. Kebetulan cara pembayaran saat itu adalah dicicil 3 kali. DP atau pembayaran pertama sebagai tanda jadi, pembayaran kedua dibayarkan setelah proses revisi undangan sampai pada titik OK, pembayaran terakhir pada saat undangan selesai cetak. Selebihnya aku dan cami berkomunikasi via email dengan pihak percetakan untuk proses revisi desain, isi, dsb. Sempat revisi berkali2. seingatku sampai dengan semua ok ga ada yang direvisi lagi dibutuhkan waktu seminggu. Seminggu kemudian kami pun melakukan pembayaran kedua via transfer. Oiya tidak ada acara cetak dummy undangan. Aku dan cami hanya mempercayakan undangan kami kepada pihak percetakan (kebetulan aku ga suka ribet orangnya), dan aku yakin undangan kami pasti bagus hasilnya.

Dibutuhkan waktu kurang lebih sebulan untuk cetak undangan ini. Sebulan kemudian tepatnya akhir maret 2015, undangan kami sudah jadi dan kami pun ambil ke percetakannya sekalian pelunasan. Dan aku benar2 puas dengan hasilnya. Walaupun hanya dilebihkan 1 pcs saja tapi feeling aku jumlah undangan ini sudah lebih dari cukup. Sampai dirumah aku, cami, dan mama pun mulai sibuk check satu per satu undangannya, dan dari 501 pcs, yang aku bilang kurang sempurna cuma 1 aja karena cetakan tulisan pada amplop terlalu kebawah (tak apa anggaplah 1 pcs yang dilebihkan itu sebagai penggantinya).

Tuesday, July 28, 2015

Looking for Catering Package

Hai all.. Bumil kembali lagi untuk mereview perjuangan aku n misua dalam mencari catering paketan atau wedding organizer untuk menangani acara kami.

Setelah gedung sudah kami dapatkan seperti yang diceritakan disini sekarang waktunya aku n cami mulai riweh cari catering paketan atau wedding organizer yang menangani keseluruhan. Kami lebih memilih catering paketan alasannya simpel, karena kami berdua hampir tak punya waktu senggang, ortu kami berdua pun tinggal di kota yang berbeda, bahkan aku dan cami pun berbeda kota tempat tinggal. Tadinya mama ku lebih menginginkan antara catering, dekor, MUA, dll dicustom saja. Tapi ternyata ribet kata mama. Akhirnya aku dan cami menghabiskan weekend kami untuk urusan cari2 info WO atau catering paketan. Ngumpulin brosur WO yang bisa kami dapatkan (sebenarnya kami ambil dari sekretariat gedung kami brosurnya),Telp WO sana sini, testfood, tanya2 harga, dll. WO atau catering paketan tersebut antara lain : Cahaya catering, Pesona Rumah Pengantin, Permata Catering, dan Nabila Catering (kalau ini mama ku yang testfood di acara wedding anak temennya).

Pertimbangan aku dan cami untuk WO atau catering paketan adalah : makanannya harus enak, MUA dan dekor harus bagus, dan yang paling utama adalah budget harus sesuai kantong.. hihihi.. Reviewnya :
1. Cahaya Catering. Ini adalah WO atau catering paketan yang benar-benar kami ga sengaja ketemunya. Kebetulan pas lagi survei lokasi aula muzdalifah islamic centre (gedung yang akan kami pakai)  sedang ada acara wedding orang lain yang menggunakan WO ini. Jadilah aku n cami cari2 tau sama petugas cateringnya n minta ketemu sama marketingnya atau ownernya (kami ga tau.. hihihi). Begitu ketemu, kami tanya2 mengenai paket untuk 400 undangan (800 tamu) yang kami dapatkan apa aja. Disitu dijelaskan sama ibunya. Dan disuruh testfood saat itu, kami berdua testfood jadinya (kebetulan lagi laper juga.. hahaha). Review dari makanan klo menurut cami ku makanannya enak beberapa (dan menurutku juga lumayan walaupun ada makanan tapi kurang menurutku), oiya dekorasinya jg lumayan, tetapi untuk urusan MUA aku ga terlalu memperhatikan si mempelainya jadi ga bisa bilang bagus atau enggak.. Dan dari segi budget, lumayanlah yah masih sesuai budget.

2. Permata Catering. Nah kalau catering ini hasil rekomendasi dari temen kantornya cami yang akan married agustus 2015. kami telp dulu marketingnya, kemudian janjian untuk testfood. Klo ga salah testfood pertama kami dengan pihak permata di gedung Bulog. Saat sampai sana, acara masih belum mulai jadi kami bisa liat2 dekorasinya dulu. Dan aku terpesona bingits. Dekorasinya bagus, sederhana tapi elegan. Setelah liat-liat dekorasinya, kami pun mulai bertanya2 sama mbak2 permata mengenai paket untuk 400 undangan yang didapat apa aja, budgetnya berapa, dll. Dan yang ini sesuai budget. Tiba saatnya kami untuk testfood di ruangan yang terpisah. Banyak banget yang testfood hari itu. Kali ini aku ga banyak komentar soal makanan, kenapa? karena menurut cami ku makanannya enak setelah dia coba. Aku yang ga terlalu percaya pun akhirnya coba testfood juga. Dan benar2 no comment, semua makanan yang aku coba enak2 banget.

3. Pesona Rumah Pengantin. Kalo ini hasil aku melanglang buana di dunia pergooglean. alias cari2 info dari capeng2 lain. Aku buka websitenya dan mulai telp ke WO ini, datang ke officenya. Kami tanya2 biasa mengenai budget untuk 400 undangan, apa aja yang kami dapat dari paketnya, buffet dan gubukan apa aja. Hmm komentarku adalah koq mbak2nya agak kurang gimana gitu pas ngejelasin (bikin kurang sreg jadinya padahal termasuk OK benget lho WO ini klo aku baca review). Kami dijadwalkan testfood di lokasi yang ternyata adalah lokasi gedung yang kami pakai 2 minggu kemudian. Tapi aku ga bisa datang dan cami pun malas klo aku ga ikutan. Jadi maaf ya ga bisa komentar apa2.. hihihi

4. Nabila Catering. Kalau ini mama ku yang testfood sekaligus kondangan di nikahan anak temennya. Menurut si mama sih enak-enak makanannya. Mama ku sempat kirimin foto pengantin dan keluarganya saat di lokasi dan foto tersebut dikirim ke aku. Tapi aku kurang sreg sama makeupnya. Aku sih ga tau yang temennya ambil paketan sama salon atau enggak. Jadinya ga bisa komentar banyak dan reject dari list deh..

Akhirnya dari semua itu aku, cami, dan mama ku memutuskan untuk menggunakan jasa Permata Catering untuk acara wedding aku. Selain mbak2nya ramah, ngejelasinnya bagus, makanannya enak2 banget sampe pengen nambah berkali2 pas testfood (tapi diurungkan coz malu), aku liat make up yang dipakai pengantin waktu aku testfood bagus, dekorasinya bikin terpesona dan yang penting adalah budget ga bikin kantong jebol.. hihihi... 2 minggu setelah kami memutuskan mau pake catering ini, mama ku datang ke office permata nya untuk bayar DP, datang ke salon rekanan permata, yaitu nadine salon untuk milih baju pengantin yang akan aku pakai nanti (mama ku yang milihin dan aku mah nurut aja). DPnya pun mengikat sampai menjelang acara ku..

Sampai sini dulu yaa capeng2 aku ngasih reviewnya.. Bumil ini capek banget padahal baru aja nulis 1 artikel hari ini.. see yaaa...

Thursday, July 23, 2015

Looking for wedding venue

Aku akan menuliskan pengalamanku dalam mencari gedung untuk lokasi pernikahanku yang dilaksanakan bulan Mei 2015. Aku dan misua (waktu itu masih calon misua) mulai dari setelah lebaran Idul Fitri tahun 2014 jadi rajin memasuki gedung satu dan yang lainnya untuk mencari gedung manakah yang cocok untuk kita (baik dari budget, lokasi, dan parkiran yang harus luas). Kami sepakat untuk memakai gedung yang terjangkau lokasinya dalam arti harus mudah dicari, dekat penginapan (karena keluarga calon misuaku dari luar jabodetabek) dan plusnya harus dekat dari rumah si CPW.. Kami memutuskan untuk mencari lokasi gedung yang berada di sekitar bekasi dan jakarta timur...

Tadinya aku mengincar gedung graha lukisan di TMII, tapi terpaksa harus dicoret dari daftar list incaran karena menurut ortu ku, lokasinya jauh. Calon misua akhirnya memilih gedung BKOW Jakarta Timur, tetapi pada saat kita survei kesana untuk lihat2 gedung dan bertanya2 (tentunya tentang harga sewa, fasilitas, dan available tanggal) ternyata di tanggal yang keluarga kami sepakati sudah ada 2 capeng yang booking untuk acara siang dan malam alias full book.. akhirnya coret lagi dari list.. Kami berdua tetap gigih mencari, dan akhirnya pilihan jatuh ke wilayah bekasi (wilayahnya CPW).. Yang pertama jadi list kami adalah aula masjid Al-Azhar.. Kebetulan mamaku ada acara kondangan disana jadi beliau sekalian review.. tapiiii eng ing eng.. Saat pulang kondangan itu mama ku langsung bilang "jangan disana deh dek.. cari venue yang lebih luas biar tamu2 kita ga desak2an". ok i see...

Aku dan calon misua segera lihat list lagi dan yang kita tuju adalah Islamic Centre Bekasi. Saat kita kesana bertanya2 sama pengurusnya. Ternyata ada 3 aula yang bisa dipakai disana. pertama Aula KH. Noer Ali (kapasitas 800-1000 orang), Aula atas (kapasitas kurang dari 800 orang), dan Aula Muzdalifah (kapasitas 800-1000 orang dan terletak agak di belakang). Kami berdua tidak langsung memutuskan memakai aula yang mana, tapi kami lihat2 dulu masing2 aula. Akhirnya kami sepakat untuk menggunakan Aula Muzdalifah (belakang) walaupun sebelumnya aku dan calon misua cekcok dulu karena calonku maunya di aula KH. Noer Ali. Pertimbanganku saat itu adalah, walaupun kapasitasnya sama tapi aku melihat aula yang aku pilih ini terlihat lebih luas. Akhirnya kami booking di tanggal yang kami mau dan masih available. DP pun kami bayarkan seminggu kemudian.

Masalah venue my wedding sudah beres.. dan kami bisa bernafas lega dulu.. eiittsss beluuumm... masih banyak yang harus kami urus dari mulai urusan KUA, catering, dekor, salon, undangan, souvenir, penginapan untuk keluarga camer, dll belum diurusin juga..

Baiklah to be continue aja yah soalnya bumil ini udah gatel pengen jalan2...